Fallacia
Fallacia adalah kesalahan dalam pemikiran dalam logika, bukan kesalahan dalam faktanya, tetapi kesalahan atas kesimpulan yang dibuat karena penalaran yang tidak sehat.
Agar lebih jelas, saya beri contoh tentang kesalahan fakta, dan kesalahan penalaran
Kesalahan fakta
- Mantan Presiden Indonesia, Habibie lahir di Jerman.
- Shio Rudi Ayam api, berarti dia tidak boleh bekerja di tempat yang ada airnya.
Kesalahan formal, pelanggaran terhadap kaidah logika.
Semua penodong berwajah menyeramkan. Semua pengamen berwajah menyeramkan. Jadi, pengamen adalah penodong.
Kesalahan informal, kesalahan dalam bahasa.
Penempatan kata depan yang keliru;
Dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV, Pasal 36 menyatakan bahwa bahasa negara adalah bahasa Indonesia.
Mengacaukan posisi subjek atau predikat;
Karena terbukti bersalah, hakim ketua memberi hukuman 5 tahun penjara kepada terdakwa.
Ungkapan yang keliru;
Pencuri kawakan itu berhasil diringkus polisi minggu yang lalu.
Kesalahan presumsi
Amfiboli: sesat karena struktur kalimat bercabang.
Anto Anak Bu Lasma yang hilang ingatan lari dari rumah.
Kesesatan aksen/prosodi: sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.
Ada aturan ‘Anda tdk boleh ganggu anak tetangga’. Nah Pak Budi bukan tetangga anda. Maka anda boleh mengganggu anaknya.Kesesatan bentuk pembicaraan:sesat karena orang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain.
Berpakaian artinya memakai pakaian. Bersepeda artinya memakai sepeda. Maka, beristeri artinya memakai isteri.
Kesesatan aksiden: yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki.
Sawo matang adalah warna. Orang Indonesia itu sawo matang. Maka, Orang Indonesia itu adalah warna.
Kesesatan karena alasan yang salah
Konklusi ditarik dari premis yang tak relevan.
Generalisasi tergesa-gesa:
Orang
Padang pandai memasak.
Non
sequitur (belum tentu)
Memang saya tidak
lulus karena beberapa hari
yang lalu saya berdebat dengan
dosen tersebut.
Membuat isteri bahagia seperti membuat hewan piaraan bahagia dengan membelai kepalanya dan memberi banyak makan.
Penalaran melingkar (petitio principii)
Manusia merdeka karena ia bertanggungjawab dan ia bertanggungjawab karena ia merdeka.
Deduksi cacat
Barangsiapa sering memberi sumbangan, maka dia pasti
org baik. Andi pasti orang baik.
Pikiran simplistis
Karena ia tidak beragama, maka ia pasti tidak bermoral.
Fallacia untuk menghindari persoalan
Argumentum ad hominem:
Jangan percaya omongannya karena ia bekas narapidana.
Argumentum ad populum:
Anda lihat banyak ketidakadilan dan korupsi, maka Partai Nasdem adalah partai masa depan kita.
Argumentum ad misericordiam
Seorang terdakwa meminta keringanan hukuman karena mengaku punya banyak tanggungan.
Argumentum ad baculum:
Karena beda pendapat, suka meneror org lain.
Argumentum ad auctoritatem
Mengutip pendapat Freud mengenai psikoanalisa.
Argumentum ad ignorantiam
Bila tidak bisa dibuktikan bahwa Tuhan itu ada, maka Tuhan tidak ada.
Argumen utk keuntungan seseorang
Seorang pengusaha berjanji mau membiayai kuliah, bila mahasiswi mau dijadikan isteri.
Non causa pro causa
Orang sakit perut setelah menghapus sms berantai, maka dia menganggap itu sebagai penyebabnya.
Kesesatan retoris
Eufemisme/disfemisme:
Pembangkang yang dianggap benar disebut reformator. Bila tidak disenangai maka disebut anggota pemberontak.
Penjelasan retorik:
Dia tidak lulus karena tidak teliti mengerjakan soal.
Stereotipe
Orang Jawa penyabar. Orang Batak suka menyanyi.
Innuendo:
Saya tidak mengatakan makanan tidak enak, tapi mau mengatakan lukisan itu bagus.
Loading question:
Apakah Anda masih tetap merokok?
Weaseler:
Tiga dari empat dokter menyarankan bahwa minum itu memperlancar pencernaan.
Downplay:
Jangan anggap serius omongannya krn dia hanya buruh bangunan.
Lelucon/sindiran:
Hiperbola: membesarbesarkan.
Pengandaian bukti:studi menunjukkan.
Dilema semu: Tamu yg menolak kopi, langsung disuguhi sirup.
Sumber: Power Point Dr. Raja Oloan Tumanggor
Demikian post tentang fallacia... terimakasih
No comments:
Post a Comment