Friday, September 26, 2014

Pertemuan IV - Logika, Logika Induktif-Deduktif

Haiii, kali ini saya akan membahas tentang logika. Selamat membaca..


Logika
Secara etimologis logika berasal dari kata logikos (Yunani) yang berarti sesuatu yang diutarakan lewat bahasa.
Istilah logika pertama kali dipakai oleh Zeno dari Citium (334 – 262 SM). 
Pengertian Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari, menyusun, dan membahas asas asas / aturan formal serta kriteria yang sahih bagi penalaran dan penyimpulan untuk mencapai kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional.

Logika disebut juga sebagai filsafat praktis. Ini karena logika bukanlah teori belaka. Logika juga merupakan suatu keterampilan untuk menerapkan hukum-hukum pemikiran dalam praktek.

Objek Logika
Ada 2 objek logika, yaitu:
1. Objek material logika adalah manusia itu sendiri
2. Objek formal logika ialah kegiatan akal budi untuk melakukan penalaran yang tepat yang tampak melalui ungkapan pikiran melalui bahasa

Ada banyak manfaat dalam belajar logika. Secara singkatnya, manfaatnya adalah: 
  • Membantu setiap orang untuk mampu berpikir kritis, rasional, metodis. 
  • Kemampuan meningkatkan kemampuan bernalar secara abstrak. 
  • Mampu berdiri lebih tajam dan mandiri.
  • Menambah kecerdasan berpikir, sehingga bisa menghindari kesesatan dan kekeliruan dalam menarik kesimpulan.
Macam - macam logika terdiri dari:
  • Logika kodrati: suatu suasana saat akal budi bekerja menurut hukum logika secara spontan.
  • Logika ilmiah: berusaha mempertajam akal budi manusia agar dpt bekerja lebih teliti atau tepat, sehingga kesesatan dapat dihindari. 
 Logika Formal 
Sebuah argumen dikatakan mempunyai kebenaran bentuk, bila konklusinya kita tarik secara logis dari premis atau titik pangkalnya dengan mengabaikan isi yang terkandung dalam argumentasi tersebut.
Contoh:
 - Semua anjing suka menjulurkan lidah.
 - Bulldog adalah anjing.
 - Bulldog suka menjulurkan lidah. 
 Pernyataan ini benar secara logika formal dari bentuknya.
Pola penyusuannnya adalah:
Semua M adalah P
Semua S adalah M
Jadi, Semua S adalah P
(M=menengah, S=Subjek, P=Predikat)
 
Logika Material
Logika yang menbahas tentang kebenaran isi.
Contoh:
- Semua manusia butuh minum.
- Budi butuh minum.
- Jadi, Budi adalah manusia.
Logika ini benar secara logika material karena pernyataan tersebut sesuai dengan kenyataan.
Namun, secara formal, peryataan tersebut salah.

Syarat syarat logika adalah
Jika premis premis benar, maka kesimpulan benar.
Jika premis premis salah, maka kesimpulan dapat salah, dapat juga kebetulan benar.
Jika kesimpulan benar, maka premis dapat benar, dapat juga salah.

Logika Induktif - Deduktif
Logika Induktif adalah cara kerja ilmu pengetahuan yang bertolak dari sejumlah proposisi tunggal/partikular tertentu untuk menarik kesimpulan umum tertentu.




Kesimpulan itu berarti generalisasi fakta yang memperlihatkan kesamaan.
Kesimpulan umum selalu bersifat sementara, karena ciri ciri dasar induktif selalu tidak lengkap.

Persamaan penalaran induktif dengan deduktif  adalah argumentasi keduanya terdiri dari premis premis yang mendukung kesimpulan.argumentasi dalam penalaran induksi tidak dinilai sebagai sahih/valid atau tidak sahih/invalid, tapi berdasarkan probabilitas.

Tiga ciri penalaran induktif adalah:
1) Premis penal induktif  adalah proposisi empiris yang ditangkap indera 
2) Kesimpulan dalam penalaran induksi lebih luas daripada apa yang dinyatakan dalam premis 
3) Meski kesimpulan tak mengikat, tapi manusia menerimanya. Jadi konklusi induksi punya kredibilitas rasional (probabilitas)

Generalisasi induktif adalah proses penalaran berdasarkan pengamatan atas gejala dengan sifat tertentu untuk menarik kesimpulan tentang semua.

Generalisasi induktif memiliki ciri ciri, yaitu apa yang terjadi beberapa kali dalam kondisi tertentu dapat diharapkan akan selalu terjadi bila kondisi yang sama terpenuhi.

3 syarat membuat generalisasi adalah:
1. Tidak terbatas secara numerik, tidak boleh terikat pada jumlah tertentu
2. Tidak terbatas secara spasio temporal, harus berlaku dimana saja.
3. Dapat dijadikan dasar pengandaian.  


Analogi induktif
Analogi membicarakan tentang dua hal yang berbeda dan dibandingkan. Dua hal perlu diperhatikan adalah persamaan dan perbedaan.
Analogi induktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan tentang kebenaran suatu gejala khusus berdasarkan kebenaran gejala khusus yang lain yang punya sifat esensial yang sama.



Tinggi rendahnya probabilitas konklusi induktif dipengaruhi oleh  
 (1) faktor fakta: ‘makin besar jumlah fakta yang dijadikan dasar penalaran induktif, akan makin tinggi probabilitas konklusi dan sebaliknya’.
(2) faktor analogi: ‘semakin besar jumlah faktor analogi dalam premis, makin rendah probabilitas konklusinya, dan sebaliknya.'
(3) faktor disanalogi: ‘makin besar faktor disanalogi di dalam premis, akan makin tinggi probabilitas konklusinya, dan sebaliknya’. 
(4) faktor luas konklusi: ‘semakin luas konklusi, semakin rendah probabilitasnya, dan sebaliknya’. 
Deduktif
Deduktif adalah suatu proses tertentu yang menyimpulkan sesuatu yang khusus dari pengetahuan yang umum.
Kesesatan analogi 
Tinggi rendahnya probabilitas penalaran ditentukan faktor subjektif. Faktor ini membawa manusia kepadakesesatan. Faktor yang menyebabkan kesesatan adalah:

         •Tergesagesa: cepat menarik kesimpulan dari beberapa fakta.
Faktor ceroboh:  cepat tarik kesimpulan tanpa memperhatikan soal kondisi lingkungan, 
misalnya:. Semua wanita Jawa itu lembut.
Prasangka: memberi penilaian tanpa melihat fakta lain yang tidak cocok,
misalnya: Semua org Batak bicara keras dan tak sabaran.
Untuk menghindarinya: membangun sikap kritis, terbuka pada koreksi dan kritik dari orang lain.


 Hubungan sebab ke akibat
  
Hubungan sebab ke akibat pada prinsipnya adalah suatu peristiwa disebabkan oleh sesuatu. Terkandung
makna bahwa yang satu (sebab) mendahului yang lain (akibat). Tetapi tak semua yang mendahului sesuatu
menjadi sebab bagi yang lain.
Hubungan sebab ke akibat yaitu hubungan yg intrinsik. Artinya selalu ada keterkaitan (kalau ada yang satu,
ada yang lain)
Tiga polanya adalah:
1. dari sebab ke akibat
2. dari akibat ke sebab
3. dari akibat ke akibat
B. Russel: logika induktif bukan hanya lebih bermanfaat dr logika deduktif, tp juga lebih sulit.
Manfaat logika induktif: memberikan pembenaran atas kecenderungan manusia yang bersandar pada 
kebiasaan.


Sekian dari saya, terima kasih.. 
Sumber: Bahan pembelajaran Blok Filsafat Universitas Tarumanagara 

 

Pertemuan IV - Critical Thinking



Critical Thinking

Merasionalisasi kehidupan manusia dan secara hati2 mengamati/ memeriksa proses berpikir sebagai dasar untuk mengklarifikasi dan memperbaiki pemahaman kita tentang sesuatu (Chaffee,1990)

Pemeriksaan/ pengamatan atas sesuatu asumsi tentang bukti terbaru dan mengintepretasikan dan mengevaluasi argumen dalam rangka menegakkan kesimpulan atas suatu perspektif baru  (Strader,1992)


Karakteristik berpikir kritis adalah
1.      Rasional, Reasonable, Reflektif
Berpikir berdasarkan alasan alasan dan bukti bukti, tidak berdasarkan keinginan pribadi.
Pemikir kritis tidak langsung membuat kesimpulan, tetapi mengoleksi data, menimbang fakta dan memikirkan permasalahan.
Contoh: Tono ingin menjadi seorang dokter setelah menonton Grey’s Anatomy.
Sedangkan Toni yang berpikir lebih kritis mencari fakta fakta terlebih dahulu, menanyakan kepada psikolog dan juga bertanya kepada dokter dokter. Setelah menimbang – nimbang, dia baru memutuskan untuk menjadi dokter.

2.      Melibatkan skeptisism yang sehat dan konstruktif
Tidak menerima/menolak ide – ide, kecuali karena sudah mengerti ide tersebut.
Menaati peraturan setelah berpikir panjang  dengan mencari pemahaman, merasionalisasikannya, mengikuti yang masuk akal, dan bekerja untuk memperbaiki yang tidak masuk akal
Contoh: ketika seorang pedagang menawarkan suplemen kesehatan baru dan berkata dengan suplemen itu dapat membuat anda kurus dengan cepat, anda bertanya ‘atas dasar apa pedagang mengatakan itu’, dan lainnya.

3.      Otonomi
Tidak mudah dimanipulasi, dan berpikir dengan pikiran sendiri, tidak diarahkan oeh kelompoknya.
Contoh: Supri bergaul dengan teman temannya yang tidak sekolah. Meskipun begitu, Supri tetap akan sekolah meskipun dihasut temannya untuk tidak sekolah.

4.      Kreatif
Menciptakan ide - ide orisinal dengan cara menghubungkan pemikiran - pemikiran dan konsep.
Contoh: Santi terjatuh saat berjalan di hutan. Sari mengingat ibunya pernah mengobati lukanya dengan air dan menutup lukanya dengan kain. Lalu, Sari melakukannya dan luka Santi menjadi tidak bertambah parah.

5.      Adil
Tidak bias dan tidak berpihak
Contoh: Ribka adalah bos di perusahaan X. Dia memberikan libur kepada pegawainya sesuai agama yang dianutnya.
6.      Dapat dipercaya dan dilakukan.
·         Memutuskan tindakan yang akan dilakukan;
·         Membuat observasi yang dapat dipercaya;
·         Menegakkan kesimpulan secara tepat;
·         Mengatasi masalah dan mengevaluasi kebijakan, tuntutan dan tindakan.

Pemikir Kritis di Psikologi akan mempraktekkan ketrampilan kognitif dalam :
  Analisa
  Aplikasi standar
  Diskriminasi
  Pencarian informasi
  Pembuatan alasan logis
  Prediksi
  Transformasi pengetahuan
5 Model berpikir kritis:
T          : Total Recall
H         : Habits
I           : Inquiry
N         : New ideas and Creativity
K         : Knowing how you think

Total Recall                (mengingat kembali)
mengingat fakta/ suatu kejadian serta mengingat dimana dan bagaimana menemukannya ketika dibutuhkan
kemampuan untuk mengakses pengetahuan dimana pengetahuan merupakan sesuatu yang dipelajari dan disimpan dalam pikiran
Setiap orang punya cluster pengetahuan yang berbeda – beda dalam pikirannya
  Total Recall seseorang tergantung pada memori/ ingatannya
  Memori adalah proses yang kompleks
Habits   (Kebiasaan)
Pendekatan berpikir yang  diulang dengan sering
Sesuatu yang diulang “tanpa berpikir”
Walaupun bukan dilakukan tanpa dipikir, tetapi hal tersebut telah mendarah daging sehingga terlihat seperti tidak disadari.
Membuat seseorang melakukan sesuatu tanpa harus mencari metode baru
Inquiry (Pencarian informasi)
memeriksa isu2 secara mendalam dengan menanyakan hal hal yang terlihat nyata; termasuk menggali dan menanyakan segala sesuatu – khususnya asumsi seseorang terhadap situasi tertentu
Cara berpikir primer yang digunakan untuk menegakkan suatu kesimpulan. Walaupun kesimpulan dapat dibuat tanpa inquiry, dengan inquiry hasil akan lebih baik dan akurat.
New Ideas and Creativity(Ide ide Baru dan Kreatifitas)
Model ini membuat seseorang berpikir melebihi buku sumber
Seseorang yang kreatif akan berkata:
                “Let’s try this new way”
                Seseorang yang habitualis akan berkata:
                “This is the way things have always been done”
 Knowing How You Think (Mengetahui apa yang anda pikirkan)
Berpikir tentang bagaimana seseorang berpikir
  METACOGNITION : berada diantara proses mengetahui , sehingga tahu bagaimana anda berpikir
  Schon (1983):
                menyarankan penggunaan pendekatan refleksi (knowing how you think) untuk kerja profesional yg sulit menemukan masalah dan solusinya dl buku sumber 

Sekian dari blog saya, terimakasih...
sumber: Power Point Pak Carolus Suharyanto Lic,Theol.

Pertemuan IV - Konfirmasi, Inferensi dan Konstruksi teori

 
Kali ini saya akan menyampaikan tentang Konfirmasi Inferensi dan Konstruksi teori, selamat membaca...
 
Konfirmasi 
Secara etimologi, berasal dari kata Confirmation (Inggris) yang berarti penegasan, memperkuat.
Jika dihubungkan dengan filsafat ilmu, fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta. Sifatnya lebih interpretatif dan memberi makna ttg sesuatu.

Ada 2 aspek dalam konfirmasi, yaitu: 
  • Konfirmasi kuantitatif; misalnya dengan menggunakan sampel, kemudian, membuat kesimpulan yang bersifat umum.
  • Konfirmasi kualitatif; misalnya dengan menggunakan wawancara.

Ada 3 jenis dalam konfirmasi, yaitu:
  • decision theory: kepastian berdasarkan keputusanapakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual’?
  • estimation theory: menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas. Mis. statistik. 
  • reliability theory: menetapkan kepastian mencermati stabilitas fakta/evidensi yang berubah ubah terhadap hipotesis.  
Inferensi
Inferensi adalah penyimpulan, proses membuat kesimpulan, atau proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi.

Inferensi bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki dan menuju pengetahuan yang baru. Inferensi dapat berupa "mengakui" / "memungkiri".

Di dalam logika, inferensi dibedakan menjadi 2, yaitu:
  • Inferensi induktif 
  • Inferensi deduktif; juga dibagi menjadi 2, yaitu: 
    • Inferensi langsung; penarikan kesimpulan (konklusi) hanya dari sebuah premis (pernyataan). 
      Konklusi yang ditarik tidaklah boleh lebih luas dari premisnya.
    • Inferensi tidak langsung (silogistik); penarikan kesimpulan (konklusi) dengan menggunakan dua premis. 
Konklusi tidaklah lebih umum dari pada premis-premisnya.Premis-premis merupakan proposisi-proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi. Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens.sedangkan proposisi yang menjadi konklusi disebut konkluens.


Predikat konklusi disebut term mayor, sedangkan subyek konklusi disebut term minor.
 Premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung 
term minor disebut premis minor.
 Hukum inferensi ada 4, yaitu:
1.  Jika premis - premis benar, maka kesimpulan benar.
2.  Jika premis - premis salah, maka kesimpulan dapat benar, dapat juga salah.
3. Jika kesimpulan salah, maka premis - premis salah.
4. Jika kesimpulan benar, maka premis dapat benar dapat juga salah.
Konstruksi teori
sebelum memahami apa itu konstruksi teori, kita pahami dulu apa itu teori.
Teori adalah model/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami/sosial tertentu.
Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode alamiah.
Menurut KBBI, teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan tentang suatu peristiwa. 
Menurut Miarso teori adalah ‘jendelauntuk mengamati gejala yang ada, dan berdasar data empiris berhasil
dianalisis dan disintesekan.
Ada 2 kutub dalam teori, yaitu:
1. Kutub 1: Teori sebagai hukum eksperimental.  
Misalnya  hukum Mendel tentang keturunan yang bisa langsung diuji lewat observasi.
2. Kutub 2: Teori sebagai hukum yang berkualitas normal.
Misalnya teori relativitas Einstein.
 Teori berkembang dalam 3 periode, yaitu:
  •        Animisme, fase percaya pada mitos.
  •        Ilmu empiris, tolak ukur ilmu paling sederhana, yaitu:
    •        pengalaman
    •        klasifikasi: prosedur paling dasar untuk mengubah data.
    •        penemuan hubungan hubungan
    •        perkiraan kebenaran
  •       Ilmu teoritis 
Teori dibangun dengan: 
  •        abstraksi generalisasi.
  •        deduksi probabilistik dan deduksi apriori (spekulatif). 
3 Model konstruksi teori, yaitu:
  •        Model korespondensi: kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
  •        Model koherensi: sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran obyektif –rasional universal dan kebenaran moral/ nilai. Model ini digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
  •        Model paradigmatis: Konsep kebenaran ditata menurut pola  hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks. 
Ada 3 aliran dalam konstruksi teori, yaitu: 
1. Reduksionisme: teori itu suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji langsung

2. Instrumentalisme:  teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
3. Realisme: teori dianggap benar bila real, secara substantif ada,  bukan fiktif.

Sekian dari saya, terimakasih
Sumber: Power Point Pertemuan IV yang disiapkan Tim Dosen Filsafat Universitas Tarumanagara