Friday, September 26, 2014

Pertemuan IV - Konfirmasi, Inferensi dan Konstruksi teori

 
Kali ini saya akan menyampaikan tentang Konfirmasi Inferensi dan Konstruksi teori, selamat membaca...
 
Konfirmasi 
Secara etimologi, berasal dari kata Confirmation (Inggris) yang berarti penegasan, memperkuat.
Jika dihubungkan dengan filsafat ilmu, fungsi ilmu pengetahuan adalah menjelaskan, menegaskan, memperkuat apa yang didapat dari kenyataan/fakta. Sifatnya lebih interpretatif dan memberi makna ttg sesuatu.

Ada 2 aspek dalam konfirmasi, yaitu: 
  • Konfirmasi kuantitatif; misalnya dengan menggunakan sampel, kemudian, membuat kesimpulan yang bersifat umum.
  • Konfirmasi kualitatif; misalnya dengan menggunakan wawancara.

Ada 3 jenis dalam konfirmasi, yaitu:
  • decision theory: kepastian berdasarkan keputusanapakah hubungan antara hipotesis dengan fakta punya manfaat aktual’?
  • estimation theory: menetapkan kepastian dengan memberi peluang benar-salah melalui konsep probabilitas. Mis. statistik. 
  • reliability theory: menetapkan kepastian mencermati stabilitas fakta/evidensi yang berubah ubah terhadap hipotesis.  
Inferensi
Inferensi adalah penyimpulan, proses membuat kesimpulan, atau proses penarikan konklusi dari satu atau lebih proposisi.

Inferensi bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki dan menuju pengetahuan yang baru. Inferensi dapat berupa "mengakui" / "memungkiri".

Di dalam logika, inferensi dibedakan menjadi 2, yaitu:
  • Inferensi induktif 
  • Inferensi deduktif; juga dibagi menjadi 2, yaitu: 
    • Inferensi langsung; penarikan kesimpulan (konklusi) hanya dari sebuah premis (pernyataan). 
      Konklusi yang ditarik tidaklah boleh lebih luas dari premisnya.
    • Inferensi tidak langsung (silogistik); penarikan kesimpulan (konklusi) dengan menggunakan dua premis. 
Konklusi tidaklah lebih umum dari pada premis-premisnya.Premis-premis merupakan proposisi-proposisi yang digunakan untuk membuat konklusi. Proposisi-proposisi yang menjadi premis-premis dalam suatu silogisme disebut antesendens.sedangkan proposisi yang menjadi konklusi disebut konkluens.


Predikat konklusi disebut term mayor, sedangkan subyek konklusi disebut term minor.
 Premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor, sedangkan premis yang mengandung 
term minor disebut premis minor.
 Hukum inferensi ada 4, yaitu:
1.  Jika premis - premis benar, maka kesimpulan benar.
2.  Jika premis - premis salah, maka kesimpulan dapat benar, dapat juga salah.
3. Jika kesimpulan salah, maka premis - premis salah.
4. Jika kesimpulan benar, maka premis dapat benar dapat juga salah.
Konstruksi teori
sebelum memahami apa itu konstruksi teori, kita pahami dulu apa itu teori.
Teori adalah model/kerangka pikiran yang menjelaskan fenomena alami/sosial tertentu.
Teori dirumuskan, dikembangkan, dievaluasi menurut metode alamiah.
Menurut KBBI, teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan tentang suatu peristiwa. 
Menurut Miarso teori adalah ‘jendelauntuk mengamati gejala yang ada, dan berdasar data empiris berhasil
dianalisis dan disintesekan.
Ada 2 kutub dalam teori, yaitu:
1. Kutub 1: Teori sebagai hukum eksperimental.  
Misalnya  hukum Mendel tentang keturunan yang bisa langsung diuji lewat observasi.
2. Kutub 2: Teori sebagai hukum yang berkualitas normal.
Misalnya teori relativitas Einstein.
 Teori berkembang dalam 3 periode, yaitu:
  •        Animisme, fase percaya pada mitos.
  •        Ilmu empiris, tolak ukur ilmu paling sederhana, yaitu:
    •        pengalaman
    •        klasifikasi: prosedur paling dasar untuk mengubah data.
    •        penemuan hubungan hubungan
    •        perkiraan kebenaran
  •       Ilmu teoritis 
Teori dibangun dengan: 
  •        abstraksi generalisasi.
  •        deduksi probabilistik dan deduksi apriori (spekulatif). 
3 Model konstruksi teori, yaitu:
  •        Model korespondensi: kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain.
  •        Model koherensi: sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu. Mementingkan kesesuaian antara kebenaran obyektif –rasional universal dan kebenaran moral/ nilai. Model ini digunakan dalam pendekatan fenomenologis.
  •        Model paradigmatis: Konsep kebenaran ditata menurut pola  hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks. 
Ada 3 aliran dalam konstruksi teori, yaitu: 
1. Reduksionisme: teori itu suatu pernyataan yang abstrak, tidak dapat diamati secara empiris dan tidak dapat diuji langsung

2. Instrumentalisme:  teori adalah instrumen bagi pernyataan observasi agar terarah dan terkonstruksi.
3. Realisme: teori dianggap benar bila real, secara substantif ada,  bukan fiktif.

Sekian dari saya, terimakasih
Sumber: Power Point Pertemuan IV yang disiapkan Tim Dosen Filsafat Universitas Tarumanagara




2 comments: