AKSIOLOGI
Secara etimologi, aksiologi
berasal dari kata dalam bahsa Yunani, yaitu axios
berarti nilai dan logos berarti ilmu.
Nilai berkaitan dengan kegunaan. Berarti, aksiologi
merupakan cabang filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya.
Aksiologi sebagai ilmu yang
membicarakan tujuan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pengertian lain, aksiologi adalah kajian tentang kegunaan ilmu
pengetahuan bagi kehidupan manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya etika.
Selain itu, Suri Sumantri menyatakan bahwa aksiologi
merupakan teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang
diperoleh.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa aksiologi adalah bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik
dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari
perbuatan manusia. Aksiologi
merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku etis.
Berbicara mengenai pengetahuan, pengetahuan manusia itu
cukup luas. Dari pengetahuan tersebut diharapkan memiliki sesuatu yang berguna
bagi pemiliknya.
Aksiologi memberikan
jawaban untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan, bagaimana kaitan antara cara pengetahuan
dengan kaidah – kaidah nilai, dan bagaimana penentuan obyek yang ditelaah
berdasarkan pilihan-pilihan nilai.
Nilai yang dimaksud dalam aksiologi adalah sesuatu yang
dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang
dinilai. Contohnya saat kita mendengarkan musik, kita menilai musik tersebut
bagus atau tidak.
Aksiolog
membedakan “yang ada” dengan nilai, dan membedakan fakta dan nilai.
Untuk menjelaskan lebih jauh apa itu nilai, kita perlu mengetahui
apa itu fakta. Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata, berlangsung
begitu saja. Sedangkan, nilai sebagai
sesuatu yang berlaku, sesuatu yang memikat atau mengimbau kita.
Perbedaan fakta dengan nilai, yaitu:
1.
Nilai berperanan dalam suasana apresiasi,
sementara fakta ditemui dalam konteks deskripsi.
2.
Fakta dapat dilukiskan secara objektif.
Misalnya, letusan gunung Merapi. Letusan dapat mempunyai nilai bagi seseorang, tetapi
tidak bagi yang lain.
3.
Fakta selalu mendahului nilai.
Maka, ada 3 ciri ciri nilai:
·
Nilai berkaitan dengan subjek
·
Nilai tampil dlm konteks praktis
·
Nilai menyangkut
sifat yang ditambah oleh subjek pada sifat yang dimiliki oleh objek.
Macam macam nilai:
·
Nilai ekonomis: berdasarkan hukum ekonomi.
·
Nilai estetis: saat menikmati lukisan, atau lagu
yang indah.
Setiap nilai memperoleh bobot moral bila diikutsertakan dalam tingkah laku moral.
nilai moral dapat menjadi kosong, bila tidak diikutsertakan dengan nilai lain
seperti nilai ekonomis. Contohnya, Kerajinan seseorang saat bekerja dapat
menjadi tidak berarti bila tidak diapresiasi oleh bosnya.
Nilai dibagi dalam 4 kelompok, yaitu:
1. Nilai
yg menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan terdapat dalam objek yang
perpadanan dengan makluk punya indera.
2. Nilai-nilai
vitalitas - perasaan halus, kasar, luhur
dll,
3. Nilai
rohani seperti nilai estetis (bagus jelek) benar salah (tidak terikat pada
permasalah inderawi)
4. Nilai Religius seperti yg kudus dan tidak
kudus, menyangkut objek absolut.
Ada suatu hirarki dari pengelompokkan 4 nilai tersebut:
nilai vital lebih tinggi dari nilai kesenangan, nilai rohani lebih tinggi dari
nilai vital.
Nilai moral memiliki ciri – ciri nilai, antara lain:
·
Berkaitan dengan tanggung jawab kita sebagai
manusia. Nilai moral dapat diwujudkan dalam perbuatan yang sepenuhnya jadi tanggungjawab.
·
Berkaitan dengan hati nurani
·
Mewajibkan, misalnya nilai moral mewajibkan secara
absolute
·
Bersifat formal: tidak ada nilai moral yang
‘murni’ terlepas dari nilai lain.
Nilai moral memiliki kekuatan besar yang memaksa untuk
menerimanya, walaupun bertentangan dengan hasrat kecenderungan dan kepentingan
pribadi kita.
Nilai itu tidak ada untuk dirinya sendiri. Nilai butuh pengemban untuk berada. Nilai
tampak pada kita seolah olah hanya merupakan kualitas dari pengemban nilai.
Contohnya, keindahan dari lukisan, dan kegunaan dari sebuah peralatan. Jadi,
nilai itu bukan merupakan benda atau unsur dari benda, melainkan sifat,
kualitas yang dimiliki objek tertentu yang dikatakan ‘baik’.
Aksiologi dibagi dalam dua bagian, yaitu: Etika (Filsafat
Etika),dan Estetika (Filsafat keindahan).
Etika mengkaji tentang prinsip-prinsip dan konsep-konsep
yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia. Contohnya tindakan yang membedakan benar salah
menurut moral, putusan moral bertindak sewenang-wenang atau bertindak
sekehendak hati. Etika digunakan untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan,
atau manusia-manusia lainnya. Etika sebagai filsafat yang memuat pendapat,
norma, dan istilah moral. Etika sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
Estetika mengkaji tentang prinsip-prinsip yang mendasari
penilaian atas berbagai bentuk seni, yang mengkaji apa tujuan seni, apa peranan
rasa dalam pertimbangan estetika, bagaimana kita bisa menganal karya besar
seni. Estetika berkenaan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang
dimiliki manusia terhadap lingkungan dan fenomena di sekelilingnya.
Nilai itu kadang-kadang bersifat obyektif, namun kadang-kadang bersifat subyektif. Dikatakan obyektif
apabila nilai-nilai tidak tergantung pada subyek atau kesadaran yang
menilai. Tolak ukur suatu gagasan berada pada obyeknya bukan pada subyek yang
melakukan penilaian. Kebenaran tidak tergantung pada kebenaran pada pendapat
individu melainkan pada obyektivitas fakta.
Nilai menjadi subyektif apabila subyek berperan dalam
memberikan penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak ukurnya. Dengan demikian,
nilai subyektif selalu memerhatikan berbagai pandangan yang dimiliki akal budi
manusia, seperti perasaan yang akan mengasah kepada suka atau tidak suka,
senang atau tidak senang.
Peranan nilai bagi kita, yaitu:
Sumber:Power Point Pak Mikha Agus Widiyanto, S.Th, M.Pd
Peranan nilai bagi kita, yaitu:
- Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia.
- Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik bagi manusia dalam membentuk dirinya melalui tindakan-tindakannya.
- Menata hubungan sosial dalam masyarakat.
- Memperkuat identitas kita sebagai manusia
Sumber:Power Point Pak Mikha Agus Widiyanto, S.Th, M.Pd
lengkap bangett 84 yaa
ReplyDeletethanks audrey
Delete